|
Built Horsepower by: MR. HORSEPOWER
Hal - hal yang mempengaruhi daya motor ( motor bensin ):
- Volume selinder : 3,14 / 4 x D x D x s x z ( cc )
Semakin besar volume selinder, semakin besar daya yang dihasilkan.
D = diameter selinder, s = stroke ( langkah piston ), z = jumlah selinder
- Perbandingan kompresi : E = ( Vs + Vc ) / Vc
Perbandingan antara: jumlah volume selinder dan volume ruang bakar dengan volume ruang bakar. Pada batas tertentu perbandingan kompresi yang besar akan meningkatkan daya motor, tetapi apabila terlalu besar akan mengakibatkan pembakaran yang tidak sempurna sehingga daya motor akan berkurang. Pada motor bendsin perbandingan kompresi antara 8 - 13,5: 1.
Vs = Volume selinder, Vc = Volume ruang kabar.
- Evisiensi volumetric ( daya guna ) :
hv = ( V. udara masuk / V. selinder ) x 100%
Perbandingan antara volume udara yang masuk ke dalam selinder dengan volume selinder di kali 100%.
Semakin besar evisiensi volumetric akan semakin besar punya daya yang dihasilkan motor.
- Evisiensi pengisian:
Merupakan perbandingan antara berat udara yang masuk ke dalam selinder dengan berat udara yang ada di dalam selinder, pada suhu udara 15°C. Semakin besar evisiensi pengisian akan semakin besar pula daya yang dihasilkan motor. Untuk memperbesar evisiensi pengisian pada motor ini bias dengan menggunakan turbo charger atau super charger ( pengisian paksa ). Pada mesin yang menggunakan system turbo atau super charger, besar evisiensi pengisian dapat melebihi 100%.
- Evisiensi thermis:
Merupakan perbandingan antara panas yang dihasilkan oleh pembakaran dikurangi panas yang hilang dengan panas yang dihasilkan oleh pembakan. Semakin besar eviesnsi thermis akan memperbesar daya motor, tetapi apabila terlalu besar akan merusak bahan bahan ( komponen ) pada motor.
- Rendemen Mekanis:
Merupakan perbandingan antara daya efektif dengan daya indicator. Daya indicator adalah daya yang dihasilkan oleh pembakaran.
hm = (ne / ni) x 100%
ni = (Pr.V.n.z ) / ( 100.75.60.2 )
|